5 Strategi Keren Ajarkan Anak Jaga Kebersihan Diri

kebersihan diri

Modernis.co, Jakarta – Bro and sis, siapa bilang ngajarin anak jaga kebersihan diri itu harus kaku dan ribet? No no no ya kaks. Semua tuh tergantung mindset wkwk.

Sebagai Gen Z yang chill dan up-to-date, kita pasti pengen dong anak-anak kita nanti juga punya attitude keren soal kebersihan diri. Ini bukan cuma soal gak bau badan, tapi juga soal jaga kesehatan dan self-care.

Gak perlu pakai gaya ceramah kuno, ini 5 strategi kece yang bisa kamu coba biar anak jadi ‘raja’ atau ‘ratu’ kebersihan tanpa drama!

1. Jadikan Me Time Mandi dan Gosok Gigi Seru Kayak Main Game

Sering kan anak-anak ngeles pas disuruh mandi? Nah, trick-nya adalah bikin rutinitas ini jadi sebuah event! Coba deh, pilih perlengkapan mandi yang aesthetic dan lucu bareng mereka.

Ajakin mereka buat milih sendiri alat mandi mereka. Sehingga secara gak langsung mereka akan ngeh kalo kayak sikat gigi, sabun, odol, shampo itu tuh harus dipake.

Setel musik playlist favorit mereka saat mandi, pake mini sound aja gak horegg. Biar mereka gak sadar kalau sudah 15 menit gosok-gosok badan.

Bilang tuh kalau di badan mereka banyak kumannya, ajak mereka berburu kuman-kuman itu! Ini bisa jadi game seru di mana mereka harus membersihkan semua musuh yang menempel di tangan atau gigi.

2. Terapkan Aturan Emas Kapan Wajib Cuci Tangan

Anak-anak itu kadang lupa waktu. Mereka asyik main dan gak sadar tangannya udah megang entah apa aja. Makanya, kasih clue visual biar mereka otomatis langsung ke wastafel.

Tempel poster lucu di dekat wastafel atau pintu keluar kamar mandi yang isinya The Big Five Cuci Tangan. Setelah main, setelah pegang hewan, setelah dari toilet, sebelum makan, dan setelah batuk/bersin.

Gunakan hand sanitizer keren dengan gantungan yang bisa dipasang di tas mereka. Ini bisa jadi fashion item sekaligus reminder praktis.

3. Kenalkan Alasan di Balik Potong Kuku dan Keramas

Bukan cuma disuruh, tapi ajak mereka ngobrol santai kenapa kuku harus dipotong atau rambut harus keramas. Pakai bahasa yang gampang mereka relate.

Analogi ‘Rumah Kuman’: Jelaskan bahwa kuku panjang itu seperti ‘apartemen mewah’ buat kuman jahat, makanya harus di-maintenance alias dipotong pendek.

Ritual ‘Hair Day’ Mingguan: Jadwalkan keramas rutin sebagai ‘Hari Perawatan Rambut’. Biarkan mereka memilih sampo dan conditioner (yang aman buat anak, pastinya) dan ajak mereka coba style rambut baru setelah keramas.

4. Jadilah Role Model Terbaik, Anak Itu Peniru Sejati

Guys, anak-anak itu spesialis copy-paste! Mereka akan mencontoh semua yang kamu lakukan. Sehingga, gak perlu ngomong panjang lebar, cukup tunjukkan.

Ajak mereka gosok gigi bareng sebelum tidur (ini bonding yang asik, lho!). Cuci tangan dengan benar (20 detik!) setiap kali kamu melakukannya, biarkan mereka melihat prosesnya.

Jaga kerapian diri kamu sendiri. Kalau kamu aja bangun tidur langsung glowing dan rapi, mereka pasti terinspirasi buat ikut-ikutan.

5. Beri Apresiasi Biar Mereka On Fire

Setiap usaha kecil itu layak dapat bintang lima! Jangan cuma marah pas mereka lupa, tapi beri reward atau pujian saat mereka berhasil melakukan kebersihan diri tanpa disuruh.

Sistem Sticker atau Poin: Buat chart mingguan. Setiap kali mereka mandi sendiri atau gosok gigi tanpa lupa, tempel stiker keren. Kalau stiker sudah penuh, kasih ‘hadiah’ kecil (misalnya, extra time main game atau snack kesukaan).

Berikan pujian yang tulus kayak bilang, “Wow, kamu keren banget! Baunya udah wangi, gigi kamu pasti kuat banget nih habis digosok!”. Pujian tulus lebih powerfull daripada reward fisik, trust me.

Intinya, ngajarin kebersihan diri ke anak itu harus fun, konsisten, dan relevan. Jangan anggap ini tugas berat, tapi anggap aja ini proyek bareng buat investasi kesehatan dan self-esteem mereka di masa depan. (IF)

editor
editor

salam hangat

Related posts

Leave a Comment